Sekilas Festival Gerobak Sapi 2013


Festival Gerobak Sapi 2013 (FGS2013) adalah penyelengaraan FGS pertama.

Dasar penyelenggaraan FGS pelestarian budaya unik. Walaupun jarang terlihat di perkotaan, keberadaan gerobak sapi di kawasan pedesaan begitu eksis. Kendaraan tradisional yang digerakkan oleh sapi tersebut tak lekang oleh waktu, meski zaman berubah dan kehidupan pun semakin modern.

Bila di manca negara kita mengenal rikshaw di cina dan jepang atau kereta kuda di eropa yang saat ini telah menjadi ikon budaya dan wisata demikian pula hematnya perkembangan gerobak sapi di Yogyakarta. Gerobak sapi dapat menjadi asset yang sama bernilainya dengan becak dan andong yang menjadi ikon budaya Yogyakarta.

Bila dahulu gerobak sapi lebih fokus digunakan sebagai sarana transportasi atau kendaraan pengangkut hasil bumi, saat ini gerobak sapi berkembang sebagai suatu ikon kendaraan yang mengandung nilai budaya dan memberikan sensasi nostalgia yang unik dan bernilai lebih.

Sebagai contoh saat ini banyak yang menggunakan gerobak sapi untuk keperluan khusus seperti berkeliling desa sepulang menunaikan ibadah haji, pawai dalam kegiatan desa, sekolah atau pariwisata, dan tak jarang juga turis asing menyewa gerobak untuk berkeliling candi-candi di seputar prambanan.

Keunikan potensi gerobak sapi inilah yang mengispirasi Karang Taruna Malangrejo, Wedomartani, Sleman dan Bajingers Community didukung oleh Pemkab Sleman untuk menghelat Festival Gerobak Sapi (FGS) 2013 di Lapangan Utara Stadion Maguwoharjo pada 16 Juni 2013.

FGS berkomitmen untuk melestarikan gerobak sapi sebagai angkutan tradisional yang mengandung nilai budaya, di samping itu juga mengenang “jasa” kusir gerobak sapi yang telah berjasa membantu para gerilyawan saat perang kemerdekaan Republik Indonesia.

 Penyelengaraan FGS 2013 lalu dibuka secara resmi oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, juga dihadiri oleh GKR Hemas, Kapolda DIY Brigjen Pol Haka Astaman, Bupati Sleman Sri Purnomo serta Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, dan para undangan lainnya yang dengan antusias mengendarai gerobak sapi saat berkeliling menyapa peserta.

Sebanyak 160 peserta gerobak sapi yang datang dari segala penjuru DIY, bahkan dari Jawa Tengah untuk memperebutkan piala bergilir Gubernur DIY, Piala Bupati dan wakil Bupati Sleman serta piala panitia. Peserta sangat antusias menghias gerobak untuk memenangkan piala (terlebih piala bergilir) disamping uang tunai. Parjuni, dari kelompok Andhini Karyo, Sleman, akhirnya berhasil memenangkan piala bergilir FGS 2013.

FGS 2013 mengundang antusiasme ribuan massa yang menyemut, memenuhi lapangan utara stadion Maguwoharjo dan sepanjang jalan yang dilalui peserta yang melakukan parade sepanjang 3 km.




Penonton juga disuguhi jathilan “Gangnam Style” serta tari poco-poco yang diperagakan oleh puluhan anggota TNI AD dari Kodim Yogyakarta dan Sleman, serta penampilan Band Red Dot & Khrisna Encik yang menyanyikan Jingle lagu Gerobak sapi, yang syairnya dibuat oleh Ong Hariwahyu dan Fantoro.

Acara FGS 2013 yang didukung komunitas seniman Yogyakarta yang tergabung dalam Folk Mataraman Institute juga mendapat liputan yang luar biasa dari media massa, terutama televisi. Bahkan berbagai stasiun TV meliput secara langsung.



0 komentar:

Posting Komentar

 

Twitter Updates

Facebook