BAJINGAN!! Si Kusir Gerobak Sapi


Siapa yang berani sebut-sebut orang bajingan?!! Wah, jangan salah sangka dulu, bajingan yang satu ini bukan yang berkonotasi negatif. 

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa Bajingan adalah panggilan atau nama profesi bagi seorang sais/kusir gerobak sapi. Jaman dahulu, saat gerobak sapi masih populer sebagai alat transportasi, Bajingan menjadi profesi yang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak, gerobak sapi merupakan kendaraan yang memiliki prestise tingkat tinggi di jamannya. selain karena harganya yang cukup mahal hanya orang yang memiliki lahan pertanian/perkebunan luas yang memiliki gerobak sapi karena kendaraan ini sering digunakan untuk mengangkut hasil bumi yang berat.

Ngomong2 soal Bajingan, sebenarnya itu singkatan itu berasal dari Bagusing Jiwo Angen-angening Pangeran yang artinya orang yg punya hati mulia yg memang dikehendaki oleh Allah. Mereka mengawal & mengamankan hasil bumi yg diangkut utk dijual. 

Sayangnya saat ini kata Bajingan menjadi identik dengan bermakna negatif. 

Tidak ada catatan sejarah yang jelas mengapa Kata Bajingan berubah konotasi. salah satu cerita menarik yang diangkat oleh Teguh Suprayogi di Kompasiana dalam tulisannya Sejarah Kata: Bajingan!

“Bajingan ternyata sebuah profesi, yaitu pengemudi gerobak sapi atau kusir gerobak yang ditarik oleh sapi. Kenapa profesi yang cukup baik ini menjadi sebuah kata umpatan? Konon, dulu di Jawa dulu ada cerita, pada masa dimana kendaraan belum banyak, masyarakat yang ingin bepergian ke kota untuk urusan dagang, atau sekedar mejeng dan sebagainya mengandalkan transportasi gerobak sapi ini, dengan ikut nebeng.

Karena jam lewatnya tidak tentu, pagi, siang, sore, bahkan malam hari, kadang yang menunggu berjam-jam jadi tidak sabar,”Bajingane kok suwe temen!” atau “Tekane suwe temen sih bajingan!” yang berarti lama banget bajingan datangnya. Dari sini terus ada pergeseran arti bajingan. Dahulu pun kata bajingan digunakan untuk menggambarkan keterlambatan seseorang atau sesuatu. “Suwe temen sih kaya bajingan!”. Lama bener sih seperti bajingan!”
 
Entah benar atau tidaknya sejarah ini namun bisa jadi masuk akal mengingat Gerobak sapi memang tergolong kendaraan lambat, tidak selincah andong namun tentunya memiliki keunggulan lain yaitu mampu mengangkut beban yang lebih berat. 

Namun, di balik sejarah sebutan Bajingan untuk sais gerobak sapi, ternyata zaman ini menjadi Bajingan merupakan keasyikan tersendiri. Bukan hanya sebagai profesi namun lebih sebagai HOBI. Gerobak sapi sekarang bukan hanya alat transportasi tapi menjadi ikon budaya yang harus dilestarikan keberadaannya. Makin banyak bermunculannya perkumpulan Bajingan di Indonesia termasuk Bajingers Community di Yogyakarta menunjukkan bahwa keunikan menjadi Bajingan merupakan daya tarik tersendiri di jaman ini.

Nah bila sais pria disebut Bajingan, bagaimana bila sisnya seorang wanita? Bisa jadi kita sebut mereka ini BAJINGANWATI 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Twitter Updates

Facebook