Gerobak Sapi di Masa Perjuangan



Salam MERDEKA!! 

di tengah kegembiraan HUT RI ke-70 mari kita bahas peran serta gerobak sapi pada masa perjuangan kemerdekaan RI. 

Dahulu, gerobak sapi menjadi transportasi atau kendaraan pengangkut hasil bumi yang populer. Kusir gerobak sapi juga memiliki sebutan yang unik yaitu BAJINGAN.

Mungkin tak banyak yang mengetahui bahwa dulu gerobak sapi adalah kendaraan yang eksklusif. Pemilik gerobak dianggap memiliki status ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan lainnya dikarenakan harga gerobak dan sapi penariknya yang bisa terbilang mahal. Ibaratnya saat ini pemilik gerobak sapi sama dengan pemilik truk maupun mobil yang memiliki fungsi unggulan dapat mengangkut barang atau penumpang dalam jumlah banyak.
Pada masanya, pemilik gerobak yang ditarik dua sapi kebanyakan merupakan masyarakat berada (kaya) yang memiliki lahan sawah luas, sehingga untuk mempermudah pengangkutan hasil panen digunakanlah gerobak-gerobak tersebut, seperti halnya sekarang menggunak truk untuk mengangkut hasil bumi dan lain sebagainya.
Nah, Selain fungsi transportasi gerobak sapi juga memiliki nilai perjuangan. Pada masa perang kemerdekaan Republik Indonesia banyak Bajingan dan gerobak sapinya yang telah berjasa membantu para gerilyawan. 

Karena bentuknya yang besar dan cenderung tertutup, Gerobak sapi ternyata sangat ideal menjadi sarana mengangkut persenjataan (menyelundupkan senjata), bahan makanan maupun sebagai sarana persembunyian para gerilyawan. Dalam menjalankan fungsi itu, para Bajingan dan Gerobak sapinya mempertaruhkan nyawa mereka untuk membantu para gerilyawan terutama bila harus menjalani pemeriksaaan melewati perbatasan-perbatasan yang dijaga tentara penjajah. 

Sedikit banyak gerobak sapi telah menjadi alat perjuangan yang menghantarkan bangsa kita menuju kemerdekaan. 

Menyadari pentingnya nilai gerobak sapi sebagai warisan budaya dan sejarah bangsa inilah Festival Gerobak Sapi digelar. Event yang didukung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, Pemerintah Daerah, Pelaku dan pemerhati Budaya, serta seluruh elemen masyarakat ini, bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia pada umumnya dan Jogja khususnya untuk tetap mencintai Gerobak Sapi. 

Marilah bergabung, karena menjadi kewajiban kita bersama untuk tetap melestarikan kendaraan warisan budaya ini agar tetap eksis Melintasi Zaman. 





0 komentar:

Posting Komentar

 

Twitter Updates

Facebook